Sidebar ADS

Drama Golkar Kudus: Musda Terkatung, Akar Rumput Berontak, Siapa Dalang di Balik Layar?

KUDUS || Petanesia.com - Panggung politik Kudus diguncang drama internal Partai Golkar! Musyawarah Daerah (Musda) yang dinanti bak oase di gurun pasir, tak kunjung tiba. Desember 2025 lewat, kepengurusan lama kedaluwarsa, namun nahkoda baru belum juga terpilih. Apa yang sebenarnya terjadi di balik tembok berlambang beringin ini?
 
Sumber terpercaya mengungkap, kemelut bermula dari surat DPD Golkar Kudus yang terabaikan di meja DPD I Jawa Tengah. Bak gayung tak bersambut, usulan Musda tak digubris, malah muncul nama Anton Lami Suhadi sebagai Plt Ketua. Sontak, riak-riak ketidakpuasan mulai bergelombang.
 
Kamis (8/1/2026), forum silaturahmi digelar. Seluruh Pimpinan Kecamatan (PK) dan sayap partai berkumpul, mencoba merajut kembali benang kusut perbedaan. Anton Lami Suhadi mencoba menenangkan, "Kita samakan persepsi, apa maunya daerah, apa maunya pusat." Namun, bisik-bisik keraguan tetap terdengar.
 
Konon, akar masalahnya adalah perbedaan pilihan sosok pemimpin. DPD Golkar Kudus menjagokan Irwan Syah, figur yang konon didukung penuh oleh akar rumput. Namun, DPD I Jawa Tengah punya nama lain: Anis Hidayat. Inilah yang memicu perpecahan dan penundaan Musda yang tak berujung.
 
Ali Muhlisin, mantan Sekretaris Golkar Kudus, tak tahan untuk bersuara. "Kenapa diulur-ulur? DPP punya jago sendiri! Padahal Kosgoro, MKGR, MPG, semua PK bulat dukung Irwan Syah. DPP maunya Anis Hidayat. Kami yang punya hak suara, 100% dukung Mas Irwan Syah!"
 
Drama Golkar Kudus ini bukan sekadar perebutan kursi. Ini adalah pertarungan antara aspirasi akar rumput dan ambisi elite partai. Pertanyaannya, siapa yang akan memenangkan pertarungan ini? Dan bagaimana nasib Golkar Kudus di tengah badai internal yang menerpa?
(Ajis)
أحدث أقدم
Sidebar ADS
Sidebar ADS