SEMARANG || Petanesia.com – Johanes Krisnantoro, Ketua Lembaga Komite Advokasi Hukum Nasional Indonesia (KANNI) Kota Semarang sekaligus Sekretaris Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kota Semarang, mengimbau seluruh warga Jawa Tengah khususnya Kota Semarang untuk tidak mudah terhasut oleh berita hoax yang menyatakan akan ada kenaikan pajak kendaraan bermotor pada tahun 2026.
"Berita tentang kenaikan pajak kendaraan bermotor di tahun 2026 itu adalah hoax," ujar Johanes dalam keterangannya.
Menurutnya, informasi yang beredar sebaliknya menunjukkan adanya potongan pajak bagi pemilik kendaraan bermotor. "Justru dari edaran yang saya lihat di Samsat, malah ada potongan 5% pajak di tahun 2026," jelasnya.
Johanes juga mengajak seluruh elemen masyarakat serta sesama wartawan untuk lebih cermat dalam menanggapi setiap informasi yang beredar. "Saya juga berharap kepada semua elemen masyarakat, juga teman-teman wartawan untuk lebih bijak dalam menanggapi berita yang beredar. Mari kita menjadi pembaca berita yang baik, jangan mudah percaya pada berita yang tidak benar," tegasnya.
Selain itu, ia mengharapkan warga tetap memenuhi kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor yang dimiliki. "Saya juga berharap agar warga Jawa Tengah khususnya kota Semarang untuk tetap membayar pajak kendaraan bermotor yang dimilikinya. Jaga selalu kondusifitas di Jawa Tengah dan kota Semarang. Mari kita dukung program kerja dari Pemerintah, agar daerah kita dapat lebih maju dan berkembang," ucapnya.
Menurut Johanes, pajak memiliki peran penting dalam pembangunan daerah. "Karena tanpa pajak suatu daerah tidak dapat membangun ataupun memajukan daerahnya," katanya.
"Mari bayar pajak kendaraan bermotor milik kita dan jangan terpancing akan adanya berita-berita hoax," pungkasnya.
Vio Sari
