PEKALONGAN || Petanesia.com - Praktik perjudian sabung ayam diduga marak beroperasi di wilayah Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut berlangsung secara rutin setiap minggu, melibatkan puluhan pengunjung yang mayoritas berasal dari luar daerah, dengan nilai taruhan mencapai puluhan juta rupiah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan sabung ayam ini dikelola oleh seseorang yang dikenal dengan inisial Bawor. Setiap orang yang masuk ke lokasi dikenakan biaya masuk sebesar Rp30.000.
Aktivitas perjudian ini diketahui berlangsung pada hari Rabu, Jumat, Sabtu, dan Minggu. Pengunjung yang hadir didominasi warga dari luar Kabupaten Pekalongan, sementara nilai taruhan yang dipertaruhkan berkisar antara Rp5 juta hingga Rp20 juta per pertandingan.
"Ada biaya masuk Rp30 ribu kalau mau masuk lokasi. Sabung ayam ini tanpa kalangan, dan kegiatannya jalan setiap Rabu, Jumat, Sabtu, dan Minggu. Banyak yang datang dari luar kota, dan uang taruhannya lumayan besar, mulai Rp5 juta sampai Rp20 juta sekali laga," ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Rabu (30/9/2026).
Warga menyesalkan kegiatan yang berlangsung terang-benderang tersebut. Meski dilarang undang-undang, praktik ini dinilai seolah-olah dibiarkan berjalan tanpa ada upaya penindakan tegas.
"Sudah berlangsung cukup lama sekitar enam bulan, warga sekitar sudah tahu. Namun hingga kini belum ada langkah tegas dari pihak berwenang. Padahal ini perjudian yang jelas-jelas dilarang dan bisa meresahkan lingkungan," tambahnya.
Masyarakat meminta Polres Pekalongan untuk segera menindaklanjuti laporan ini dengan langkah konkret. Diperlukan penyelidikan mendalam, penindakan terhadap pengelola, serta pengamanan lokasi agar kegiatan serupa tidak terus berkembang.
"Kami berharap Polres Pekalongan tidak menutup mata. Segera turun ke lapangan, amankan lokasinya, dan proses para pelakunya sesuai hukum yang berlaku. Jangan biarkan perjudian merusak tatanan kehidupan di Kesesi," tegas warga.
(Tim)
