BLORA || Petanesia.com – Dugaan kasus pelecehan yang melibatkan tenaga pendidik dan siswi di SMP Negeri Randublatung menjadi sorotan tajam publik usai viral di media sosial. Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Blora segera mengambil langkah tegas dengan membentuk tim investigasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menguak fakta secara komprehensif.
Kepala Dinas Pendidikan Blora, Sunaryo, menegaskan investigasi akan dilakukan objektif dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Inspektorat, tenaga ahli psikolog, hingga unsur sumber daya manusia.
"Kami tidak hanya berpijak pada satu versi, tetapi akan menggali keterangan dari sekolah, komite, dan orang tua siswa demi transparansi penuh," tegasnya.
Menurut Sunaryo, informasi awal justru bersumber dari laporan internal sekolah yang kemudian berkembang luas setelah percakapan di grup siswa viral. Meski belum ada laporan resmi masuk ke dinas, proses hukum dan administrasi tetap berjalan. Sementara itu, guru yang terlibat masih menjalankan tugas mengajar menunggu hasil penyelidikan, dan sanksi berat siap dijatuhkan jika terbukti melanggar kode etik maupun aturan administrasi.
Sikap tegas juga datang dari legislatif. Anggota Komisi D DPRD Blora, Achlif Nugroho Widi Utomo, menyoroti kejanggalan prosedur penanganan di lapangan. Menurutnya, keterlibatan Guru Bimbingan Konseling (BK) seharusnya dilakukan sejak awal, bukan justru baru dilibatkan setelah proses pemanggilan selesai.
"Prosedur penanganan kasus yang menyangkut siswa harus dievaluasi total agar tidak terulang," tegas Achlif.
Pihaknya menuntut investigasi diselesaikan maksimal dalam waktu satu minggu. DPRD menekankan dua hal utama: perlindungan privasi dan psikologis siswa harus menjadi prioritas, serta upaya pemulihan kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan harus segera dilakukan. (Red)
